Hubungan Sosial

Terjadi dari hubungan interaksi antara individu dengan individu. Bisa juga suatu kejadian, kemudian muncullah empati, rasa simpati, dan bentuk rasa kasian lainnya. Hubungan sosialmuncutbisa dalam bentuk interaksi yang tebih luasyang diatur oleh nilai dan norma antara dua orang atau lebih yang memiliki peran sosial.

Karakteristik Hubungan Sosial

Menurut Alan Page Fiske (datam Horton, 2007) dalam tulisannya Human Sociality, karakteristik dari suatu hubungan sosial adalah dua orang atau lebih yang saling berkoordinasi antara satu dengan yang lainnya di mana tindakan, pengaruh, evaluasi, atau pikiran mereka sating melengkapi. Hal ini berarti, masing-masing orang tersebut membuat pemahaman atau pengertian, ataupun perasaan berdasarkan referensi dari perilaku/tindakan orang lain. Jadi, tindakan mereka saling melengkapi.

Perbedaan Hubungan Sosial dengan Interaksi Sosial

Seringkali istilah hubungan sosial dan interaksi sosial dianggap sama, padahal kedua istitah tersebut memiliiki pemahaman yang berbeda. Interaksi sosial dapat terjadi jika dipenuhinya dua syarat utama, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Bila kita melakukan komunikasi dengan orang lain seperti berbicara, maka telah terjadi interaksi sosial antara kita dengan orang tersebut. Para ahti sosiologi banyak menafsirkan bahwa hubungan sosiat itu terjadi karena adanya interaksi sosial yang melibatkan emosi atau perasaan. Keterlibatan emosi dalam interaksi sosial tersebut mengakibatkan terjadinya hubungan sosial antara individu yang satu dengan yang lainnya. Namun, cakupan hubungan sosial lebih luas ketimbang interaksi sosial.

Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial

Bentuk-bentuk hubungan sosial yang terjadi datam kehidupan sosial suatu masyarakat begitu beragam. ada begitu banyak pendapat dari para ahti sosiologi yang mengemukakan tentang bentuk-bentuk hubungan sosial tersebut. Pada tahun 1887 Ferdinand Tonnies membagi dua bentuk hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat yaitu gemeinschaft dan gesellscha. Sedangkan para ahti sosiologi di tahun 1980 dan 1990-an mengidentifikasikan adanya empat bentuk dasar dari hubungan sosial, yaitu hierarkis, egalitarian (kesamaan derajat), individualis, dan fatalis atau menyerah pada nasib.

Berikut ini akan dikemukakan beberapa bentuk hubungan sosial dalam kehidupan suatu masyarakat.

  1. Hubungan antarpribadi
  2. Kelompok sosial
  3. Gemeinschaft dan Gesselschaft
  4. Hubungan kelembagaan atau lembaga sosial
  5. Hubungan kelas dalam kelas sosial
  6. Hubungan gender

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Hubungan Sosial datam Masyarakat

Hubungan sosial yang terjadi atau terbentuk dalam masyarakat disebabkan oteh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya hubungan sosial dalam suatu masyarakat tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Faktor sosial
  2. Faktor ekonomi
  3. Faktor pendidikan

Faktor-Faktor Penghambat Terjadinya Hubungan Sosial dalam Masyarakat

Hubungan sosial dalam masyarakat dapat terhambat jika muncul beberapa faktor. Berikut ini merupakan faktor-faktor penghambat terjadinya hubungan sosial.

  1. Hambatan antropologis
  2. Hambatan sosiologis
  3. Hambatan psikologis
  4. Hambatan ekologis

Dampak Hubungan Sosial

Hubungan sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat dapat menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif, yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Dampak hubungan sosial tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Mempermudah terjadinya sosialisasi.
  2. Mendorong terjadinya internal
  3. Mernpermudah proses enkul
  4. Terjadinya difusi atau penyebaran manusia.
  5. Terjadinya akulturasi.
  6. Terjadinya asimilasi.
  7. Mendorong inovasi atau pembaharuan.
  8. Menciptakan

Penerapan Konsep Dasar Sosiologi untuk Memahami Hubungan Sosial dalam Masyarakat

Penerapan konsep dasar sosiologi untuk memahami hubungan sosial dalam masyarakat dapat dicontohkan dalam proses sosialisasi. Sebagai salah satu konsep dasar sosiologi, sosialisasi sangat berperanan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Tanpa adanya proses sosialisasi tentu akan sulit untuk membentuk kepribadian seseorang itu menjadi baik atau seperti yang diharapkan.

Dalam proses sosialisasi akan selalu terjadi suatu interaksi atau hubungan sosiat, baik antarindividu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interaksi atau hubungan sosial tersebut, proses sosialisasi akan mustahit terjadi. Jadi, proses sosialisasi akan berlangsung dengan baik bila terjadi interaksi antaranggota masyarakat, baik antarindividu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok tersebut.