Macam-macam Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial Yang Didasarkan Pada Kriteria Sosial

Stratifikasi sosial yang dimaksud di sini adalah arti yang lebih khusus, seperti berdasarkan kasta, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan lain-lain.

a. Sistem stratifikasi sosial berdasarkan sistem kasta dapat dijumpai pada masyarakat India. Sistem ini bersifat sangat kaku. Sistem ini berdasarkan pada kepercayaan agama Hindu, yaitu membagi masyarakat ke dalam empat kasta, yaitu brahmana, kesatria, waisya, dan sudra.

b. Stratifikasi sosial berdasarkan pendidikan bersifat terbuka, artinya seseorang dapat naik pada lapisan pendidikan yang lebih tinggi jika dia mampu berprestasi dan tidak ditentukan oleh faktor keturunan. Dalam bidang pendidikan dapat dijumpai stratifikasi seperti berikut.

  1. Pendidikan sangat tinggi ( profesor, doktor)
  2. Pendidikan tinggi (sarjana, mahasiswa)
  3. Pendidikan menengah (SMP, SMA, SMK)
  4. Pendidikan rendah (SD)
  5. Tidak berpendidikan (buta huruf)

c. Stratifikasi sosial berdasarkan pekerjaan bisa terjadi apabila dalam suatu masyarakat atau negara yang demokratis terdapat patokan atau ukuran terhadap keahlian, kecakapan, dan keterampilan. Astrid S. Susanto membagi beberapa tingkatan sebagai berikut.

  1. Elite (orang kaya yang berkedudukan tinggi)
  2. Profesional (orang yang mempunyai gelar)
  3. Semi profesional (pegawai kantor, pedagang, teknisi)
  4. Tenaga terampil (perajin, pemangkas rambut)
  5. Tenaga semi terampil (sopir truk, pelayan restoran)
  6. Tenaga tidak terlatih (pramuwisma, tukang kebun)

d. Stratifikasi sosial dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut.

  1. Kuli kenceng (Pemilik sawah, Kebun, Rumah)
  2. Kuli gundul (Penggarap sawah atau kebun)
  3. Kuli karang kopek (pendatang yang menyewa sawah)
  4. Indung tlosor (buruh tani)

e. Stratifikasi sosial di desa menurut M.F. Hofstede sebagai berikut.

  1. Elite desa (lurah, pegawai daerah dan pusat guru, tokoh politik dan agama, petani kaya)
  2. Massa (petani menengah, buruh tani, perajin, pedagang kecil)

 

Stratifikasi Sosial Yang Didasarkan Pada Kriteria Ekonomi

  1. Pelapisan ekonomi dapat dilihat dari segi pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan. Orang-orang yang mampu memperoleh kekayaan ekonomi dalam jumlah yang besar akan menduduki lapisan atas, sebaliknya yang kurang atau tidak mampu akan menduduki lapisan bawah.
  2. Dalam stratifikasi ekonomi, setiap orang dapat dimungkinkan untuk naik ke lapisan yang lebih tinggi jika dia mampu untuk berprestasi. Sebaliknya, dapat terjadi pula orang yang pada mulanya menduduki lapisan atas di bidang ekonomi karena mengalami kebangkrutan dapat turun ke lapisan menengah atau bawah.

 

Stratifikasi Sosial Yang Didasarkan Pada Kriteria Politik

Stratifikasi politik berdasarkan kekuasaan bersifat bertingkat-tingkat (hierarki) menyerupai suatu piramida. Mac Iver membagi tiga pola umum dalam sistem dan lapisan kekuasaan sebagai berikut.

  1. Tipe kasta, sistem lapisan kekuasaan dengan garis-garis pemisah, tegas, kaku, dan tidak memungkinkan adanya gerak sosial vertikal dan hampir tidak mungkin ditembus.
  2. Tipe oligarkis, tipe ini masih mempunyai garis pemisah yang tegas, namun dasar perbedaan kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat, terutama adanya kesepakatan yang diberikan kepada warga masyarakat untuk memperoleh kekuasaan tertentu.
  3. Tipe demokratis, dalam tipe ini garis pemisah antar lapisan sifatnya fleksibel dan tidak kaku. Di samping itu, dalam tipe ini kelahiran tidak menentukan kedudukan dalam lapisan, tetapi hal terpenting adalah kemampuannya.